Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Keyakinan Andil dalam Menyembuhkan Diri Sendiri Saat Sakit


image


Sebenarnya obat bukan keharusan buat penderita demam, sebab rasa percaya pada obat demam diduga benar-benar bisa membuat penderita merasa lebih sehat dalam waktu lebih cepat, sekalipun mereka tak memperoleh obat sesungguhnya.





Menurut satu studi yang dilakukan disiarkan di Annals of Family Medicine terbitan terakhir, ada bukti bahwa apa yang disebut "dampak placebo" memberi hasil dalam pulihnya seseorang dari demam biasa, yang terkenal tak memiliki obat.





Para peneliti menulis di jurnal tersebut jika perawatan yang dipercaya orang mulai dari sop ayam sampai vitamin C takkan menimbulkan bahaya, mereka bisa terus berpegang pada pola tersebut.





"Temuan ini mendukung pendapat umum bahwa rasa percaya dan perasaan mengenai perawatan mungkin penting dan barangkali mesti dipertimbangkan ketika keputusan pengobatan diambil," tulis pemimpin peneliti tersebut Bruce Barret, dari University of Wisconsin di Madison, sebagaimana dilaporkan Reuters Life





Dampak placebo itu merujuk kepada fenomena yang terlihat dalam percobaan klinik ketika orang yang diberikan "pengobatan palsu dan tak aktif" seperti gel gula atau garam memperlihatkan peningkatan. Sejumlah kondisi telah diamati, termasuk rasa nyeri kronis, depresi, gangguan radang dan bahkan kanker.





Barrets dan rekannya secara acak meneliti 719 orang yang mengalami gejala awal demam pada salah satu dari empat kelompok.





Di satu kelompok, orang diberikan obat demam herbal Ethinacea dan tahu mereka mengonsumsinya. Dua kelompok lain diberi Echinacea atau placebo, tapi para peserta tak tahu obat yang mereka konsumsi. Kelompok keempat tak diberi satu pun dari kedua pil itu.





Secara keseluruhan, tak ada perbedaan mencolok di kalangan semua kelompok tersebut, ketika sampai pada berat atau lamanya gejala yang dialami peserta. Proses itu berlangsung selama sekitar satu pekan untuk semua kelompok.





Lalu para peneliti itu memusatkan perhatian pada 120 orang yang, saat mengikuti studi tersebut, memperlihatkan peringkat tinggi keefektivan Echinacea.





Di dalam kelompok yang percaya pada Echinacea, mereka yang diberi pil Echinacea atau placebo merasa lebih baik dalam waktu lebih cepat. Pemakai placebo pulih total dalam 2,5 hari lebih cepat ketimbang rekan mereka di kelompok tanpa pil. Sementara itu, pengguna Echinacea terbesar dari demam dalam waktu 1,5 hari lebih cepat.





Itu sesungguhnya perbedaan sangat besar. Tak ada pengobatan yang pernah terlihat mengurangi lamanya gejala demam," kata Barret.





Ia menambahkan temuan itu memperlihatkan lebih banyak bukti bahwa "apa yang orang percaya mengenai obat mereka benar-benar bermanfaat". (abd)


http://sehatnews.com

Rumput Laut Sehatkan Jantung




Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh dan merupakan motor utama dalam pengaliran darah. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan jantung amatlah penting. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menghindari kebiasaan merokok, minum alkohol, pola diet seimbang dan olahraga secara teratur.





Salah satu cara lain yang mungkin berpotensi membantu kesehatan jantung adalah konsumsi rumput laut. Para ilmuwan telah mengidentifikasi bahwa ganggang (rumput laut) memiliki potensi besar sebagai bahan makanan yang menyehatkan jantung. 








Peneliti yang terdiri dari Dr Maria Hayes, Ciaran Fitzgerald, Eimear Gallagher, dan Deniz Tasdemir dari Teagasc Food Research Centre, Irlandia melakukan kajian terhadap pemanfaatkan rumput laut sebagai sumber protein yang memiliki khasiat seperti bioactive peptides.Artikel yang dimuat Journal of Agricultural and food chemistry menyatakan, rumput laut dapat bersaing dengan produk-produk susu sebagai sumber nutrisi yang disebut "bioactive peptides".





"Bioactive peptides" yang banyak ditemukan dalam produk susu, tidak hanya menyediakan nutrisi, namun juga memiliki efek yang sama dengan obat dan mencegah penyakit tertentu.





Rumput laut yang juga dikenal dengan nama macroalga merupakan sumber pangan alternatif yang kaya nutrisi. Masyarakat di Asia Timur dan budaya lainnya sudah selama berabad-abad mengonsumsi rumput laut.





Tinjauan dari 100 penelitian menyimpulkan, rumput laut mengandung protein yang bekerja seperti boiactive peptides dalam produk susu. Bioactive peptides berguna untuk menurunkan tekanan darah dan hampir sama dengan obat ACE inhibitor yang populer.





"Berbagai spesies marcoalga dan lingkungan di mana mereka berada serta kemudahan budidaya membuat rumput laut relatif belum diteliti sebagai senyawa bioaktif yang baru. Perlu lebih banyak upaya untuk memanfaatkan potensinya untuk digunakan dan dipasarkan konsumen dalam produk makanan, " kata peneliti dalam laporannya.


8 Makanan Pereda Sakit Kepala









Ada berbagai jenis sakit kepala dengan tingkat berbeda-beda. Tetapi satu hal yang sama adalah datangnya sakit kepala membuat segala bentuk aktivitas menjadi terganggu.





Sakit kepala adalah gejala dari sejumlah ketidakseimbangan fisik dan mental. Sebagian dari kita biasanya meminum obat anti nyeri untuk meredakannya. Padahal, sebenarnya ada alternatif selain obat yang dapat membantu masalah sakit kepala. Beberapa makanan dan cairan diyakini dapat membantu mengusir rasa sakit di kepala. Inilah delapan di antaranya :





2. Pisang : Pisang tidak hanya kaya akan potasium tetapi juga magnesium (pisang ukuran sedang mengandung 10% dari rekomendasi asupan harian Anda). Magnesium dapat meringankan migrain Anda dan sakit kepala akibat stres. Sejumlah penelitian telah menghubungkan antara kekurangan magnesium dan sakit kepala migrain. Penelitian menujukkan bahwa sekitar separuh dari semua penderita migrain memiliki magnesium terionisasi dalam darah dalam jumlah sedikit.1. Kentang : Sakit kepala yang muncul akibat mabuk tak hanya disebabkan karena dehidrasi tetapi juga karena hilangnya elektrolit seperti kalium. Maka dari itu, menyantap makanan yang kaya akan kalium dapat membantu meringankan sakit kepala. Kentang mengandung banyak kalium yakni 100 gram, sedangkan kentang panggang (dengan kulitnya) mengandung kalium hingga 600 mg. 





Magnesium, yang dikandung dalam pisang, melindungi tubuh dari sakit kepala dengan cara merelaksasi pembuluh darah. Selain itu, magnesium memiliki efek menenangkan sehingga berguna untuk meredakan sakit kepala akibat tegang. Apricot kering, alpukat, almond, kacang mete, beras merah, kacang-kacangan dan biji-bijian merupkan makanan lain yang kaya akan magnesium. 





3. Kopi : Kafein dalam kopi bermanfaat sekaligus berbahaya bagi korban sakit kepala. Kafein merupakan zat yang umum dalam resep dan obat-obatan bebas untuk sakit kepala karena dapat meredakan rasa nyeri dan 40% lebih efektif dalam mengobati sakit kepala. Kafein juga membantu tubuh menyerap obat sakit kepala lebih cepat, sehingga obat tersebut lebih cepat bekerja. Kafein bisa menjadi pereda sakit kepala yang sangat efektif, terutama migrain, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak bisa membuat sakit kepala kembali kambuh. Jadi, dianjurkan untk meminum kopi tidak lebih dari 2 atau 3 cangkir per hari.





4. Biji-biji serelia utuh (whole grain) : Jika Anda menjalani diet rendah karbohidrat, Anda akan mulai menguras sumber utama energi untuk otak, yakni cadangan glikogen. Selain itu juga menjadikan tubuh kehilangan cairan dengan cepat sehingga menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi bersamaan dengan berkurangnya energi ke otak bisa memicu timbulnya sakit kepala. Jika anda mengkonsumsi makanan-makanan karbo yang sehat seperti (biji-bijian seperti roti gandum, sereal gandum, oatmeal, dan buah), tidak hanya bisa mengusir rasa sakit pada kepala tetapi juga meningkatkan mood Anda. 





5. Semangka : Dehidrasi adalah penyebab umum timbulnya sakit kepala, maka pertimbangkan untuk meminum banyak air dan mengasup makanan yang kaya akan air (seperti semangka). Buah yang kaya akan air ini juga mengandung mineral penting, seperti magnesium, yang merupakan kunci untuk mencegah sakit kepala. Anda juga dapat mencoba minuman olahraga berelektrolit jika mungkin mengalami sakit kepala setelah berolahraga dalam waktu yang lama karena kehilangan banyak mineral dalam tubuh. 





6. Ikan : Ikan berlemak (seperti salmon, tuna, dan makarel) bermanfaat sebagai obat untuk sakit kepala migrain karena kaya akan asam lemak esensial, omega-3. Asam lemak omega-3 dapat menghambat peradangan yang sering memicu timbulnya migrain. Jika tidak bisa mengkonsumsi ikan ini setiap hari, tidak perlu khawatir. Anda dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan dan menambahkan makanan seperti biji rami, walnut, tahu, dan kacang kedelai untuk tambahan omega-3 pada diet Anda. 





7. Biji Wijen : Biji wijen kaya akan kandungan vitamin E dan dapat membantu menstabilkan kadar estrogen dan mencegah migrain selama periode Anda. Selain itu, biji wijen juga kaya akan magnesium, yang selanjutnya akan membantu pencegahan sakit kepala. Makanan lain yang mengandung vitamin E dalam jumlah tinggi antara lain, kacang-kacangan, minyak zaitun, dandelion, gandum, dan kentang manis. 





8. Jahe : Selain menjadi obat untuk mual, jahe memiliki sifat anti-peradangan dan anti-histamin juga berguna untuk memerangi sakit kepala. Masaklah jahe tersebut atau kombinasikan dengan minuman lain seperti teh.


Mengupas 7 Mitos Seputar Masturbasi




Dalam sebuah literatur dijelaskan, masturbasi, onani, atau rancap adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau kombinasinya





Pada banyak masyarakat, hingga abad ke-20 masturbasi dianggap sebagai hal yang tidak baik. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi "penyalahgunaan" pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan modern, meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.





Mitos 1 - Masturbasi adalah untuk anak mudaTidak juga ditemukan bukti bahwa anak yang melakukan perangsangan diri sendiri bisa mengalami celaka. Anda harus menghapus semua mitos tentang masturbasi dari kepala Anda dan mendapatkan pemahaman yang baik tentang fakta-fakta sebenarnya.





Tidak ada batas usia untuk melakukan masturbasi. Anak-anak muda biasanya aktif secara seksual dan mereka melakukan masturbasi karena tidak ada pasangan. Statistik menunjukkan, pria dan wanita dewasa melakukan masturbasi hampir setiap minggu, meskipun mereka tidak melakukannya sesering anak remaja lakukan.





Mitos 2 - Masturbasi bukan ‘sesuatu’ yang nyata





Masturbasi bukanlah seks dalam arti yang sebenarnya, karena dilakukan sendiri. Namun bukan berarti bahwa masturbasi itu tidak menyenangkan. Sejauh masturbasi tersebut dilakukan dengan melibatkan pikiran, orang yang melakukan masturbasi akan merasa senang dan terangsang sama halnya dengan mereka yang melakukan hubungan seks secara nyata. Tidak ada perbedaan besar antara masturbasi dengan kegiatan seksual yang sebenarnya.





Mitos 3 - Masturbasi buruk untuk kesehatan





Banyak cara yang dilakukan untuk mencegah masturbasi, termasuk diantaranya dengan memberikan informasi seperti masturbasi bisa menyebabkan jerawat dan dapat membuat seseorang buta. Tidak ada dasar ilmiah di balik semua klaim tersebut. Semua peneliti dan ilmuwan sepakat mengatakan bahwa masturbasi tidak berbahaya.





Mitos 4 - Wanita tidak boleh masturbasi





Studi dan statistik telah menunjukkan bahwa pria lebih banyak melakukan masturbasi dibandingkan wanita. Data tersebut tidak sepenuhnya benar, dan hanya sebagian saja yang benar. Wanita umumnya tidak pernah mengakui kalau mereka melakukan masturbasi, karena adanya pandangan negatif di masyarakat. Padahal, beberapa fakta menyatakan bahwa perempuan sebenarnya telah melakukan masturbasi.





Mitos 5 - Tidak masturbasi jika mempunyai pasangan





Mitos tersebut harus segera dihapuskan, karena banyak orang yang dalam hubungan mulai melakukan masturbasi secara diam-diam tanpa sepengetahuan pasangannya. Tidak ada aturan universal yang melarang seseorang yang sedang menjalin sebuah hubungan untuk melakukan masturbasi, karena ini merupakan kepentingan pribadi setiap orang.





Mitos 6 - Terlalu banyak masturbasi berbahaya





Mitos menyatakan bahwa masturbasi berbahaya. Padahal secara ilmiah, tidak ada efek kesehatan yang merugikan pada mereka yang melakukan masturbasi. Orang yang teratur melakukan masturbasi tidak akan mendapatkan risiko masalah kesehatan, kecuali jika sudah mempengaruhi kehidupan pribadi mereka. Pada beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, seseorang mungkin akan kehilangan minat dalam melakukan hubungan seks dan lebih memilih melakukan masturbasi. Inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan, karena masturbasi dikatakan sehat selama tidak mempengaruhi kehidupan pribadi seseorang.





Mitos 7 – Orang tertentu saja yang melakukan masturbasi





Tidak ada perbedaan ketika seseorang melakukan masturbasi. Tidak peduli apakah orang tersebut berasal dari Negara tertentu, strata sosial tinggi atau rendah. Orang akan terus melakukan hal yang sama karena masturbasi dianggapnya sebagai jalan keluar untuk mereka dapat rileks dan beristirahat.


http://health.kompas.com

Senin, 01 Agustus 2011

Cairan yang membuat pakaian bisa bebas kuman dan bakteri


Selain masalah kotor, pakaian juga tidak terlepas dari kuman yang menempel dan itu artinya bisa menjadi sarang penyakit.

Berita baiknya, tim peneliti dari University of Georgia yang dipimpin oleh Dr. Jason Locklin berhasil menemukan sebuah bahan cair yang bisa membuat pakaian anti kuman.

Cairan ini cukup disemprotkan ke pakaian maka pakaian akan bebas dari berbagai macam kuman atau bakteri seperti E. Coli yang lagi ramai belakangan ini.

Cairan yang sudah disemprot ini akan tetap menempel walaupun pakaian telah dicuci berkali-kali tetapi tidak disebutkan juga berapa lama anti kuman ini bisa terus menempel di pakaian.

Walaupun di satu sisi mereka mengatakan bahwa produk seperti ini sudah banyak penemuannya tetapi yang mereka ciptakan itu lebih murah, tahan lama dan bisa diapliksikan ke segala jenis pakaian.

Saat ini tujuan mereka agar cairan ini bisa digunakan di rumah sakit dimana kita tahu sebenarnya rumah sakit memang salah satu "ladang" berbagai kuman dan bakteri.

Puasa Memperlambat Penuaan


Puasa bagi umat Islam adalah tidak makan dan minum serta menghentikan segala sesuatu yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Selain menahan haus dan lapar, dari sisi ilmu kedokteran, berpuasa ternyata bisa memberikan Anda sejumlah manfaat kesehatan.
Menurut dr Siti Setiati, SpPD, spesialis penyakit dalam dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indoenesia (FKUI), dengan berpuasa, jumlah kalori makanan akan berkurang.
"Pembatasan jumlah kalori makanan adalah salah satu cara yang telah terbukti dapat memperlambat penuaan serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker," katanya, Rabu (27/7/2011) di Jakarta.
Saat berpuasa, umumnya akan terjadi pengurangan jumlah kalori yang diasup hingga 10-40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Hasil penelitian pada binatang menunjukkan, dengan mengurangi jumlah kalori, ternyata dapat memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko kanker, serta mencegah berkembangnya penyakit, seperti diabetes dan ginjal.
"Penelitian pada manusia juga sudah ada. Hasilnya, komposisi lemak tubuh berkurang, tekanan darah membaik, kolesterol turun, risiko diabetes berkurang, dan dapat memperlambat proses penuaan," katanya.
Siti mengatakan, berbagai penelitian dan literatur memang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan. Namun, seseorang tentu tidak akan langsung merasakan khasiatnya jika hanya puasa sebulan. "Ini tentu bukan puasa yang hanya dilakukan satu bulan saja, tetapi harus terus-menerus dilakukan dalam bulan-bulan berikutnya," katanya.
Manfaat restriksi (pembatasan) kalori, kata Siti, juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Pembatasan kalori dipercaya dapat memompa jantung menjadi lebih kuat dan membuat seseorang tidak mudah lelah setelah melakukan aktivitas atau olahraga.
Sementara itu, DR dr Ari Fahrial Syam, SpPD, ahli kesehatan pencernaan dari RSUPN Cipto Mangungkusumo, mengatakan, proses puasa yang dijalankan idealnya bukanlah yang bersifat "balas dendam", yakni membalaskan atau makan semaunya di luar jam puasa. Sebab, dalam proses berpuasa, pada dasarnya harus ada penurunan berat badan.
Menurut Ari, puasa dapat diistilahkan seperti konsep alternate day fasting, di mana dalam satu hari setengah makan, setengah berpuasa. Tujuan di situ adalah pengurangan asupan kalori. "Biasanya penurunan berat badan sekitar 5 persen," katanya.
Ari menegaskan, jika seseorang mengalami penurunan berat badan, akan diikuti dengan penurunan kalori, kolesterol, lemak, radikal bebas, dan peningkatan antioksidan. Saat berpuasa, ada baiknya mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung banyak antioksidan.
Pasalnya, dengan banyak makan sayur dan buah, sebenarnya di dalam usus telah terjadi penyerapan kolesterol dan pengurangan gula oleh serat-serat.
"Prinsipnya, kalau kita berpuasa, tubuh tetap memproduksi gula dan lemak dihancurkan. Dengan lemak dihancurkan, otomatis timbunan-timbunan yang tidak perlu jadi berkurang. Efeknya penurunan berat badan," katanya.

Yotaro baby simulator: cara untuk mengetahui anda sudah siap punya momongan atau belum


Sudah siap untuk punya bayi atau masih kuatir jika anda merasa belum bisa mewarat bayi?

Sudah banyak produk bayi simulator untuk membuat orang belajar tetapi tidak ada yang senyata ini, ehmmm, kecuali bentuknya yang agak aneh.


Yotaro Baby Simulator adalah sebuah bayi simulator yang dibuat oleh University of Tsukuba, Jepang dimana diketuai oleh Hiroki Kunimura.

Bayi simulator ini dilengkapi dengan layar interaktif yang menampilkan wajah si bayi dalam 2 dimensi yang bisa berekspresi dan bergerak seperti layaknya seorang bayi sungguhan.

Ketika anda menyentuhkan, ekspresi mukanya bisa berubah senang atau sebaliknya dan bahkan bisa mengeluarkan air mata sungguhan.

Nah, anda bisa belajar dulu pake ini, kalau si bayi nangis terus ketika anda sentuh berarti anda belum siap atau terlalu kasar kali menyentuhnya.






Sumber 

Kamis, 21 Juli 2011

Telur, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?


Telur adalah makanan yang kerap dijuluki superfood. Dalam telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral,antioksidan, dan lemak baik. Sebutir telur berukuran besar mengandung hanya 70 sampai 80 kalori, dan mencukupi 10 persen kebutuhan protein harian, selain juga di dalamnya terdapat zat besi, mineral dan vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12).

Walaupun begitu, telur juga kerap punya reputasi buruk sebagai makanan berkolesterol tinggi. Lantas, apakah kita perlu membatasi konsumsi telur atau sama sekali menghindarinya?

Kebenarannya adalah mengonsumsi telur tidaklah buruk bagi kesehatan. Fakta bahwa makan telur dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular merupakan kesalahan umum.

Menurut riset yang dipublikasikan Journal of the American College of Nutrition (2000), di mana penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, telur memberikan kontribusi nutrisi penting untuk diet dan tidak terkait dengan kolesterol tinggi.

Studi ini menunjukkan, mereka yang makan empat telur atau lebih dalam satu minggu benar-benar memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sama sekali atau hanya menyantap satu butir telur per minggu.

Beberapa peneliti juga percaya bahwa zat yang disebut 'kolin', yang ditemukan terutama dalam kuning telur, mamapu melawan efek berbahaya kolesterol yang ada dalam kuning telur. Kolin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Satu butir telur menyediakan 30 persen kebutuhan harian setiap orang, dimana memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan pengurangan peradangan.

Pada 2010, sebuah penelitian Harvard melibatkan lebih dari 21.000 dokter laki-laki selama periode 20 tahun, dan dimana saat itu umur mereka rata-rata 54 tahun. Studi ini menemukan bahwa pria yang makan tujuh atau lebih telur per minggu, 23 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun. Namun konsumsi telur itu tidak terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan di antara pria yang mengonsumsi lebih dari tujuh telur per minggu.

Para pendukung telur mengatakan bahwa, penelitian tersebut tidak menyediakan cukup bukti untuk menyalahkan telur. Menurut mereka, penelitian tersebut tidak mengatakan tentang penyebab kematian dan tidak ada informasi yang cukup jelas mengenai apa-apa saja yang mereka makan.

Untuk lebih aman, Anda harus berhati-hati untuk tidak makan terlalu banyak telur goreng karena Anda juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Kuncinya disini adalah, jangan mempersiapkan telur dengan menyertakan mentega atau minyak terlalu banyak.

Jika Anda benar-benar khawatir tentang kandungan kolesterol dalam telur, Anda bisa makan putih telur saja. Putih telur adalah pilihan terbaik, terutama jika Anda mencoba untuk mengurangi kalori. Putih telur merupakan sumber protein fantastis, tetapi tanpa lemak.

Satu lagi ketakutan yang mungkin bisa timbul ketika kita memakan telur adalah adanya bakteri yang terkontaminasi pada telur. Sebagaimana diketahui, di luar negeri seperti Amerika Serikat, satu dari 20.000 telur berisiko terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri yang dapat menyebabkan penderitaan usus ekstrem.

Namun, ini dapat dengan mudah dihindari jika telur disimpan di kulkas, dimasak dengan matang dan segera dimakan setelah dimasak. Bakteri Salmonella berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar. Jadi, pastikan Anda membeli telur di toko yang ada alat pendinginnya dan tempatkan telur di kulkas (bagian terdingin dari kulkas dan bukan di pintu) segera setelah Anda sampai di rumah.

Berapa konsumsi sebaiknya dalam sehari?

Sebutir telur berukuran besar bisa mengandung sekitar 213 miligram kolesterol, yang terkandung dalam bagian kuning telur. Jika Anda ingin sehat, ikuti rekomendasi diet yang disarankan yakni asupan kolesterol tidak boleh melebihi 300 mg per hari.

American Heart Association menyatakan, sebutir setelur sehari masih dalam batas yang wajar untuk kesehatan. Tetapi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lagi makanan berkolesterol tinggi seperti susu, daging dan unggas. Jika Anda mempunyai penyakit seperti jantung atau diabetes, direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasn konsumsi
Sumber :lifemojo
kompas.com

Wanita Pelopor Terapi Gangguan Kesehatan Seksual

Pertanyaan :

Siapakah wanita yang memelopori terapi gangguan kesehatan seksual? Apakah perbedaan fokus terapinya dengan pendahulunya (DR. William Masters dan Virginia Johnson)?

Jawaban :

DR. Helen Kaplan adalah wanita pelopor terapi gangguan kesehatan seksual. Ia dilahirkan di Vienna pada 6 Februari 1929, kemudian Hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 1940 dan menjadi Warga Negara Amerika Serikat pada 1947. Ia meraih Bachelor’s Degree dalam bidang Fine Arts dari Syracuse University pada 1951 dengan predikat magna cum laude. Kemudian Helen memperoleh Master’s Degree dalam psikologi pada Universitas Columbiapada tahun 1952 dan meraih Ph. D dalam bidang psikologi pada 1955 diUniversitas Columbia pula.

Pada 1959 ia memperoleh gelar Dokter pada New York Medical College, di mana ia menyelesaikan studi komprehensif tentang psiko analisa pada 1970. Ia mendalami psikologi klinik pada rumah sakit Veterans Administration & Bronx Hospital dan berhasil meraih gelar dokter ahli kesehatan jiwa di Bellevue Hospital.

Selanjutnya Helen diangkat menjadi guru besar dalam ilmu kesehatan jiwa diNew York Hospital – Cornell Medical College Center tahun 1970.

Fokus terapi Helen yang membedakannya dengan konsep terapi Masters and Johnson adalah pada masalah emosi yang mendalam sehingga memicu gangguan kesehatan seksual. Sedangkan, Masters and Johnson dalam terapinya lebih fokus pada gangguan fisik sebagai pencetus gangguan kesehatan seksual. Sejak saat itu sex-therapy yang baru menggunakan pula analisa psikologi sebagai pendamping analisa fisik.

Helen Kaplan didampingi oleh suami, dua putra dan seorang putri ketika ia wafat pada usia 66 tahun tanggal 18 Agustus 1995 karena penyakit kanker. Dengan demikian, Helen Kaplan akan selalu dikenang sebagai wanita pertama pelopor analisa psikologis dalam sex-therapy

Sumber : www.nytimes.com, 1995 dan Hooper A., 2000

Rabu, 20 Juli 2011

Perilaku Dokter Percepat Kesembuhan Pasien

Perilaku Dokter Percepat Kesembuhan Pasien
MENURUT hasil penelitian pada beberapa rumah sakit yang menggunakan para stafnya sebagai subjek, disimpulkan bahwa dokter yang berperilaku lebih sopan dan santun akan membuat pasien lebih sehat dan cepat pulih. 

Seperti dikutip dari Telegraph, seorang ahli bedah asal Amerika, Andrew Klein, mengatakan bahwa perilaku dokter yang cenderung kurang ramah atau bahkan kasar kepada staf akan berpengaruh besar pada hasil operasi. Seperti yang ia tulis dalam Archives of Surgery, Klein menyerukan agar pasien lebih baik memilih dokter dengan perilaku yang baik. 

Klein yang juga seorang dorector pada Pusat Cedars-Sinai Comprehensive Transplant Centre in Los Angeles, mengatakan, "Seringkali, dokter bedah dipilih karena latar belakang prestasi, pengetahuan, dan pengalaman mereka dalam hal pelatihan dan teknis." 

"Namun sesungguhnya, ruang operasi merupakan lingkungan sosial di mana setiap orang harus bekerja sama untuk kepentingan pasien. Ketika seorang dokter bedah yang diistilahkan 'berkuasa' bertindak kasar dan tidak ramah, itu akan memengaruhi segalanya." 

Dengan mengutip berbagai penelitian, ia mengatakan salah satu studi juga menunjukkan bahwa ahli bedah yang lebih sopan cenderung melakukan operasi dengan risiko komplikasi dan kematian yang lebih kecil. Terungkap pula, 3 dari 4 apoteker dan perawat di rumah sakit cenderung berusaha menghindari kontak dengan dokter yang tidak ramah, bahkan jika mereka memiliki pertanyaan tentang obat.
detik

Sabtu, 16 Juli 2011

Korelasi Binatang Peliharaan dan Penyakit

London - Para pakar mengatakan memelihara seekor binatang peliharaan di rumah bisa memotong risiko alergi binatang pada anak anda.

The Sun mengatakan tidak hanya anjing dan kucing saja yang bisa meningkatkan kesehatan anda. Ada sejumlah binatang yang membantu para ilmuwan mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit termasuk diabetes, demensia dan parkinson.

Dr Samantha Wright, seorang psikolog yang mempelajari hubungan antara manusia dengan binatang peliharaan mereka, mengatakan tidak ada akhir dari manfaat potensial.

"Gagasan bahwa binatang peliharaan dan kesehatan bagus dikaitkan kembali beberapa dekade lalu. Ada banyak spesies yang bisa membantu mengembangkan pengobatan baru utnuk semua gangguan dan penyakit. Yang layak mendapat tepukan di kepala," kata Dr Wright.

Berikut ini adalah para binatang penyembuh teratas yang dipaparkan oleh Lynsey Haywood dari The Sun.

Anjing

Binatang berkaki empat itu bisa mencium penyakit kanker pada tahap awal. Dalam penelitian di Jepang, seekor Labrador diberi contoh nafas dan tinja untuk diendus, anjing itu mampu mengenali mana yang berasal dari seorang pasien kanker usus. Para ilmuwan percaya tumor yang memasukkan bau hanya anjing yang bisa mencium baunya. Dr Hideto Sonoda mengatakan riset saat ini diperlukan untuk mengembangkan "hidung elektronik anjing."

"Senyawa kimia dari bau tidak jelas. Hanya anjing yang tahu jawaban pastinya," kata Dr Sonoda.

Kelinci

Binatang yang menjadi ikon majalah Playboy itu bisa membantu mencegah kanker serviks. Satu vaksin sari penyakit ini dikembangkan setelah dua ilmuwan Inggris menemukan virus yang memicu penyakit pada kelinci selama tahun 1960-an. Vaksin itu tersedia tahun 2006 setelah 70 tahun setelah riset pada binatang itu. Pemerintah saat ini menawarkan vaksinasi bagi gadis berusia 12 hingga 13 tahun di seluruh negara.

Kucing

Kucing mengurangi risiko stroke. Berdasarkan penelitian di University of Minnesota, Amerika Serikat, orang yang memiliki kucing kecenderungan untuk mengalami serangan jantung fatal 40 persen lebih sedikit.

Peneliti Dr. Adnan Qureshi mengatakan membelai kucing tampak menurunkan stres dan rasa cemas pemilik, mengurangi kemungkinan mereka untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler.

"Ini membuka seluruh kesempatan baru untuk pengobatan, dan tidak seperti obat-obatan dan operasi, pemilik kucing tidak tampak memiliki risiko apapun," kata Dr. Qureshi.

Beruang

Beruang dipercaya bisa menyembuhkan jantung. Beruang hitam memperlambat detak jantung mereka 75 persen untuk memungkinkan mereka hidup tanpa air dan makanan selama hibernasi. Para ilmuwan percaya bila mekanisme itu bisa ditiru pada manusia, itu bisa menyelamatkan nyawa korban serangan jantung dan stroke dengan memberi dokter waktu lebih lama untuk melakukan pengobatan.

"Mengurangi tingkat metabolisme dan permintaan oksigen dalam jaringan manusia bisa menyelamatkan orang," kata Dr. Olvind Tolen, dari Alaska.

Marmut

Marmut bisa mengurangi asma. Berdasarkan para ilmuwan anak-anak yang tumbuh dengan binatang seperti marmut, kelinci atau hamster memiliki kemungkinan untuk mengidap asma atau alergi lebih sedikit. Para peneliti AS meneliti sekelompok anak-anak di New York dan menemukan bahwa tumbuh dalam lingkungan yang kurang steril kadang-kadang bisa meningkatkan kesehatan mereka.

"Terpapar bakteri tertentu bisa memberi anak kesempatan untuk membangun satu kekebalan," kata peneliti Matt Perzanowsky.

Ular

Reptil itu dipercaya bisa mengurangi tekanan darah. Orang yang digigit ular berbisa pingsan karena tekanan darah mereka anjlok. Para ilmuwan sudah mengembangkan versi sintesis dari senyawa yang terlibat dalam bisa ular Brasil. Dikenal sebagai penghambat ACE, senyawa itu sudah membantu jutaan orang menurunkan tekanan darah mereka, yang bisa mengurangi risiko stroke, serangan jantung dan penyakit ginjal. Ular berbisa mengandung hingga 100 senyawa berbeda, sehingga bisa mengantar pada pengobatan lain.

Lumba-lumba

Lumba-lumba membantu mengatasi penyakit diabetes. Para ilmuwan menemukan bahwa mamalia ini tahan terhadap insulin, hanya seperti beberapa penderita diabetes. Tetapi lumba-lumba hidung botol yang dipelajari oleh US National Marine Mammal Foundation mampu mengubah ketahanan ini menyala dan mati. Mereka bisa melakukan ini saat mereka makan, memungkinkan mereka untuk mengatasinya dengan protein tinggi, diet rendah karbohidrat ikan. Para periset saat ini berharap untuk menciptakan "perubahan hidup-mati" yang setara untuk manusia.

Ikan

Ikan bisa menghentikan demensia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Perancis, orang tua yang makan ikan atau masakan laut sekali seminggu kemungkinan untuk mengembangkan demensia lebih kecil. Para ilmuwan mengatakan asam lemak dalam minyak ikan membantu mengurangi peradangan di otak dan berperan dalam memperbarui sel-sel saraf. Ikan juga bisa membantu mengurangi tekanan darah anda. Sejumlah penelitian menemukan bahwa melihat mereka berenang di sekitar akuarium bisa membuat anda merasa tenang dan mengurangi perasaan cemas.

Babi

Babi bisa membantu mengatasi penyakit parkinson. Satu penelitian di AS menemukan bahwa sel-sel babi yang dicangkokkan ke dalam otak bisa membantu penderita penyakit Parkinson memulihkan mobilitas. Sel-sel yang diambil dari janin babi, babi yang belum lahir atau sedang berkembang. Tujuannya adalah sekali mereka dicangkokkan dalam otak manusia, mereka berkembang dalam sel-sel manusia dan memproduksi dopamin, seperti otak.

Dr. Curt Freed, dari University of Colorado, mengatakan itu adalah "satu pengembangan mengagumkan".(ANT)

Jumat, 15 Juli 2011

Bahan Makanan yang Dapat Membuat Ketagihan


Beberapa makanan ternyata mengandung bahan yang bisa membuat orang ketagihan. Tanpa disadari, sejumlah makanan favorit mengandung bahan adiktif yang membuat candu.
Tentu saja hal ini berbahaya karena bisa membuat nafsu makan tak terkendali dan memicu kenaikan berat badan. Apa saja bahan-bahan tersebut?
Sodium nitrit
Bahan kimia ini berfungsi untuk mengawetkan, memberikan warna, dan memberikan rasa pada olahan daging. Sodium nitrit banyak terdapat pada produk olahan daging dan ikan asap. Tidak hanya membuat orang kecanduan tetapi juga bisa meningkatkan risiko kanker. Jadi, sebaiknya kurangi konsumsi daging olahan.
BHA dan BHT
Butylated hydroxyanisole (BHA) dan butylated hydrozyttoluene (BHT) adalah antioksidan untuk mencegah makanan dalam kemasan berbau tengik dan berminyak. Bahan kimia ini banyak terdapat pada sereal, permen karet, keripik kentang, dan minyak sayur.
Propyl gallate
Propyl gallate juga termasuk bahan pengawet makanan dalam kemasan. Fungsinya sama seperti BHA dan BHT, dan sering digunakan bersamaan. Bahan ini juga banyak terdapat pada produk daging olahan, permen karet, dan kaldu ayam kemasan.
Monosodium glutamat
Monosodium glutamat atau MSG yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan ini mengandung zat adiktif yang membuat candu. Pada beberapa orang, MSG bahkan bisa memunculkan gejala alergi, seperti sakit kepala dan mual. Untuk itu kurangi penggunaan MSG dalam masakan. Anda bisa menggunakan bahan-bahan segar untuk mendapatkan citarasa lezat tanpa MSG.
info-sehat.com

Kamis, 14 Juli 2011

Apa saja Yang Menjadi Penyebab Depresi

Setelah sebelumnya dunia psikologi ; blog artikel psikologi mengulas tentang apa itu depresi, maka kali ini akan sedikit mengulas tentang faktor-faktor penyebab depresi. Nah, kira-kira para pembaca ada yang memiliki kecenderungan dibawah ini nggak ya?

Depresi

Dasar penyebab depresi yang pasti tidak diketahui, banyak usaha untuk mengetahui penyebab dari gangguan ini. Menurut Kaplan dalam Tarigan (2003), Faktor-faktor yang dihubungkan dengan penyebab dapat dibagi atas: faktor biologi, faktor genetik dan faktor psiko sosial. Dimana ketiga faktor tersebut juga dapat saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

a. Faktor biologi : 
1) Faktor neurotransmitter: 
Dari biogenik amin, norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood. 
  • a) Norepinefrin : hubungan yang dinyatakan oleh penelitian ilmiah dasar antara turunnya regulasi reseptor b-adrenergik dan respon antidepresan secara klinis memungkinkan indikasi peran sistem noradrenergik dalam depresi. Bukti-bukti lainnya yang juga melibatkan presinaptik reseptor adrenergik dalam depresi, sejak reseptor reseptor tersebut diaktifkan mengakibatkan penurunan jumlah norepinefrin yang dilepaskan. Presipnatik reseptor adrenergic juga berlokasi di neuron serotonergik dan mengatur jumlah serotin yang dilepaskan, 
  • b) Serotonin : dengan diketahui banyaknya efek spesifik serotin re uptake inhibator (SSRI), contoh; fluoxetin dalam pengobatan depresi, menjadikan serotonin neurotransmitter biogenik amin yang paling sering dihubungkan dengan depresi, 
  • c) Dopamine: walaupun norepinefrin dan serotonin adalah biogenik amin. Dopamine juga sering berhubungan dengan patofisiologi depresi, d) Faktor neurokimia lainnya : GABA dan neuroaktif peptida (terutama vasopressin dan opiate endogen) telah dilibatkan dalam patofisiologi gangguan mood. 

2) Faktor neuroendokrin: 
Hipothalamus adalah pusat regulasi neuroendokrin dan menerima rangsangan neuronal yang menggunakan neurotransmitter biogenic amin. Bermacam-macam disregulasi endokrin dijumpai pada pasien gangguan mood. 

3) Faktor Neuroanatomi: Beberapa peneliti menyatakan hipotesisnya, bahwa gangguan mood melibatkan patologik dan sistem limbik, ganglia basalis dan hypothalamus.

b. Faktor Genetik : Data genetik menyatakan bahwa faktor yang signifikan dalam perkembangan gangguan mood adalah genetik. Pada penelitian anak kembar terhadap gangguan depresi berat, pada anak kembar monozigot adalah 50 %, sedangkan dizigot 10 – 25 %.

c. Faktor Psikososial. 
1) Peristiwa kehidupan dan stress lingkungan : 
suatu pengamatan klinik menyatakan bahwa peristiwa atau kejadian dalam kehidupan yang penuh ketegangan sering mendahului episode gangguan mood. Satu teori menjelaskan bahwa stress yang menyertai episode pertama akan menyebabkan perubahan fungsional neurotransmitter dan sistem pemberi tanda intra neuronal yang akhirnya perubahan tersebut menyebabkan seseorang mempunyai resiko yang tinggi untuk menderita gangguan mood selanjutnya. 

2) Faktor kepribadian Premorbid : 
Tidak ada satu kepribadian atau bentuk kepribadian yang khusus sebagai predisposisi terhadap depresi. Semua orang dengan ciri kepribadian manapun dapat mengalami depresi, walaupun tipetipe kepribadian seperti oral dependen, obsesi kompulsif, histerik mempunyai risiko yang besar mengalami depresi dibandingkan dengan lainnya. 

3) Faktor Psikoanalitik dan Psikodinamik : 
Freud (1917) menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dan melankoli. Ia menyatakan bahwa kemarahan pasien depresi diarahkan kepada diri sendiri karena mengidentifikasikan terhadap objek yang hilang. Freud percaya bahwa introjeksi merupakan suatu cara ego untuk melepaskan diri terhadap objek yang hilang. E. Bibring menekankan pada kehilangan harga diri. Bibring mengatakan depresi sebagai suatu efek yang dapat melakukan sesuatu terhadap agresi yang diarahkan kedalam dirinya. Apabila pasien depresi menyadari bahwa mereka tidak hidup sesuai dengan yang dicita-citakannya, akan mengakibatkan mereka putus asa. 

4) Ketidakberdayaan yang dipelajari: 
Didalam percobaan, dimana binatang secara berulang-ulang dihadapkan dengan kejutan listrik yang tidak dapat dihindarinya, binatang tersebut akhirnya menyerah dan tidak mencoba sama sekali untuk menghindari kejutan selanjutnya. Mereka belajar bahwa mereka tidak berdaya. Pada penderita depresi, kita dapat menemukan hal yang sama dari keadaan ketidak berdayaan tersebut. 

5) Teori Kognitif: 
Beck menunjukkan perhatian gangguan kognitif pada depresi Asikal H.S. dalam Tarigan (2003) Dia mengidentifikasikan 3 pola kognitif utama pada depresi yang disebut sebagai triad kognitif, yaitu : a) Pandangan negatif terhadap masa depan, b) Pandangan negatif terhadap diri sendiri, individu menganggap dirinya tak mampu, bodoh, pemalas, tidak berharga, c) Pandangan negatif terhadap pengalaman hidup. Meyer berpendapat bahwa depresi adalah reaksi seseorang terhadap pengalaman hidup.

Sumber : Info Psikologi

10 Kebiasaan Buruk Yang Bisa merusak Gigi Kita

Kita merasa gigi kita cukup sehat, karena tak pernah merasa sakit gigi, atau ngilu ketika makan makanan yang dingin atau manis. Namun betulkah gigi kita sehat? Belum tentu. Jika gigi mulai menguning akibat kebiasaan ngopi, atau gusi terlihat menipis, itu tandanya kita juga tengah mengalami masalah gigi yang serius. Untuk itu, perhatikan kebiasaan-kebiasaan berikut untuk mengetahui apakah kesehatan gigi sudah cukup terjaga.

1. Menggosok gigi terlalu keras
Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras, ditambah lagi dengan tekanan yang terlalu kuat saat menggosok gigi, bisa menghilangkan enamel pelindung gigi secara permanen. Hal inilah yang memicu gigi sensitif dan lubang gigi, sertanya menyebabkan gusi mundur (menipis). Lebih baik, gunakan sikat gigi dengan bulu halus, lalu gosok gigi dengan gerakan memutar selama 2 menit, sedikitnya dua kali sehari. Sikat gigi dengan kepala yang ramping dapat bergerak dengan mudah di dalam mulut yang kecil, sedangkan gagang sikat yang panjang lebih mampu menjangkau geraham belakang daripada yang pendek.

2. Pasta gigi yang salah
Jangan langsung percaya dengan pasta gigi yang diklaim mengandung berbagai bahan yang bermanfaat. Beberapa pasta gigi, khususnya yang didesain sebagai “tartar control” bisa menyebabkan abrasi. Pasta gigi yang mengandung butiran-butiran terasa kasar dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gusi menipis. Pasta gigi dengan fluoride sudah cukup untuk Anda.

3. Tidak menggunakan dental floss
Bakteri pada gigi dapat berkembang menjadi plak, penyebab utama lubang dan penyakit gusi, dalam 24 jam. Gunakan benang gigi sekali sehari untuk mengusir plak.

4. Sering minum minuman bersoda
Minuman berkarbonasi, alias minuman bersoda yang mengandung asam fosforik, yang lama-kelamaan dapat mengikis gigi. Jika kita biasa menikmati minuman ini, gunakan sedotan untuk meminimalisasi kontak langsung cairan tersebut dengan gigi. Jangan lupa gosok gigi sesudahnya.

5. Makanan yang meninggalkan noda
Enamel gigi itu seperti spons. Makanan atau minuman yang meninggalkan noda di piring atau cangkir, seperti kopi, teh, minuman berkola, saus marinara, atau kecap, juga akan membuat gigi berangsur menjadi kuning. Mintalah dokter gigi untuk melakukan perawatan laser whitening, bleaching, atau Prophy Power, prosedur baru dimana sodium bicarbonate (bahan pemutih yang lembut) dicampur dengan semburan air yang kuat untuk mengangkat noda tanpa menghilangkan enamel. Pasta gigi dengan pemutih memang bisa sedikit memutihkan gigi, tetapi cenderung terlalu tajam untuk enamel.

6. Doyan ngemil yang tidak sehat
Setiap kali kita makan sesuatu, apalagi yang manis atau mengandung tepung, bakteri yang biasa hidup di dalam mulut akan menciptakan asam untuk memecah makanan tersebut. Namun asam ini juga bisa menyerang gigi, menyebabkan gigi rusak. Sebagai gantinya, pilih buah-buahan dan sayuran yang renyah (seperti apel atau wortel) baik sebagai lauk maupun sebagai cemilan. Para ahli kesehatan gigi bahkan mempertimbangkan jenis makanan seperti ini sebagai sikat gigi alami karena efeknya pada plak yang bagaikan detergen. Mengunyah permen karet tanpa gula seperti Xylitol juga membantu mencegah lubang gigi, dengan meningkatkan aliran liur. Liur yang mengalir akan mengusir bakteri penyebab lubang gigi.

7. Menggunakan gigi sebagai alat bantu
Membuka kantong keripik yang terbuat dari aluminium foil dan melonggarkan simpul menggunakan gigi ternyata dapat menyebabkan gigi retak dan pecah, serta merusak perawatan gigi yang sedang dilakukan. Kebiasaan lain yang merusak gigi adalah mengunyah es batu, cokelat yang sudah membeku, atau permen.

8. Mengabaikan masalah gigi
Gusi berdarah, dan nafas berbau yang sudah kronis, adalah indikasi adanya penyakit gusi. Untuk mengatasi bau mulut, minumlah cukup air untuk menjaga kelembaban mulut, dan membuang kelebihan bakteri dengan pengerok lidah (banyak dijual di apotek). Untuk mencegah gusi berdarah, gosok gigi secara teratur dan gunakan benang gigi. Segera ke dokter bila gejala ini tak juga mereda.

9. Menghindari dokter gigi
Sangat disarankan untuk memeriksa kesehatan gigi dua kali dalam setahun, namun saran ini tampaknya cenderung diabaikan. Padahal, jika gusi mengalami masalah, setidaknya kita harus kontrol ke dokter setiap tiga bulan.

10. Mengabaikan masalah pada bibir
Tak peduli betapa baiknya kondisi gigi Anda, senyum Anda tak akan terlihat cerah bila bibir dibiarkan kering dan pecah-pecah. Kulit pada bibir, yang lebih tipis daripada kulit lainnya, cenderung akan kehilangan kelembabannya dan berubah seiring bertambahnya usia. Menggunakan lip balm dengan pelembab setiap hari

Luka Infeksi? Sembuhkan Aja dengan Gula

Gula, selama ini hanya dikenal sebagai pemberi rasa manis pada makanan. Namun ternyata gula bisa menjadi salah satu obat di dapur Anda untuk mengobati luka. Praktik ini sudah dipakai sejak 1700 SM oleh para tabib di Mesir.

Fungsi gula dalam penyembuhan memang cukup banyak. Secara alami gula memiliki antibakteri dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Gula juga menyerap kelembaban dan mengurangi pembengkakan yang biasa terjadi pada luka jaringan. Gula juga diketahui merangsang jaringan untuk meregenerasi.

Di Argentina, para ilmuwan dari Universitas Buenos Aires memberikan luka infeksi 120 pasien dengan gula butiran dan menemukan 99 persen kasus infeksi bakteri sembuh dalam 9 hari hingga 17 minggu.

Para dokter di Delta Medical Center di Greenvile, Amerika juga melaporkan kesuksesan yang sama dalam studi selama 5 tahun yang melibatkan 605 pasien yang menderita luka bakar, borok, atau luka gores.

Dokter dari Greenvile itu mengatakan, terapi yang merupakan kombinasi dari gula dan iodine-povidine, agen anti infeksi ringan, memberikan hasil yang lebih baik dibanding berbagai obat luka lain.

Mereka menemukan, luka pasien lebih cepat sembuh dibanding dengan terapi standar. Luka parut yang ditimbulkan pun sangat sedikit. Selain itu penggunaan antibiotik juga berkurang.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam memakai gula sebagai "obat" adalah pastikan perdarahan luka telah berhenti sepenuhnya selama 24 jam sebelum Anda mengaplikasikan gula.

TRIBUNNEWS.COM –

KISTA OVARIUM


I. Pendahuluan
Kista Ovarium yaitu suatu kantong abnormal yang berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jumlah diagnosa kista ovarium meningkat seiring dengan pemeriksaan fisik dan penggunaan ultrasound (USG) secara luas. (8,15,16) Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista neoplastik. Tentang neoplastik belum ada klasifikasi yang dapat diterima oleh semua pihak. Hal ini terjadi karena klasifikasi berdasarkan histopatologi dan embriologi belum dapat diberikan secara tuntas berhubung masih kurangnya pengetahuan mengenai asal-usul beberapa kista.

Tumor ovarium non neoplastik.(8,18) :
- Kista folikel
- Kista korpus lutein
- Kista teka lutein
- Kista inklusi germinal
- Kista endometrium
Tetapi kista yang paling sering / lazim ditemukan adalah kisat korpus lutein dan folikel. (7)

II. Insidens dan Epidemiologi

kista ovariumPada sebagian besar kanker ovarium berbentuk tumor kistik (kista ovarium) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini awalnya bersifat asimptomatik dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60% - 70% pasien datang pada stadium lanjut, sehingga penyakit ini disebut juga sebagai “silent killer” (6)
Pemeriksaan USG transvaginal ditemukan kista ovarium pada hampir semua wanita premenopouse dan terjadi peningkatan 14,8% pada wanita post menopouse. Kebanyakan dari kista tersebut bersifat jinak. Kista ovarium fungsional terjadi pada semua umur, tetapi kebanyakan pada wanita masa reproduksi. Dan kista ovarium jarang setelah masa menopouse. (8)

III. Etiologi
Sampai sekarang ini penyebab dari Kista Ovarium belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan balik ovarium-hipotalamus. Beberapa dari literatur menyebutkan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium adalah gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi. Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang berbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium. (12)

IV. Anatomi dan Histologi
Anatomi
Indung telur pada seorang wanita dewasa sebesar ibu jari tangan dan terletak di kiri dan di kanan, dekat pada dinding pelvis di possa ovarika. Ovarium berhubungan dengan uterus dengan ligamentum ovarii proprium. Pembuluh darah kedua ovarium melalui ligamentum suspensorium ovarii.
Ovarium terletak pada lapisan belakang ligamentum latum. Sebagian besar ovarium berada intraperitoneal dan tidak dilapisi oleh peritoneum. Bagian ovarian kecil berada dalam ligamentum latun (hilus ovarii). Disitu masuk pembuluh-pembuluh darah dan saraf ke ovarium. Lipatan yang menghubungkan lapisan belakang ligamentum latum dan ovarium dinamakan mesovarium. (17)

Histologi
Bagian ovarium yang berada di dalam cavum peritonei dilapisi oleh epitel kubik-silindrik, disebut epithelium germinativun. Dibawah epitel ini terdapat tunika albuginea dan di bawahnya lagi baru ditemukan lapisan tempat folikel – folikel primordial. Pada wanita diperkirakan terdapat banyak polikel. Tiap bulan satu folikel, kadang-kadang dua folikel, berkembang menjadi folikel de graaf. Folikel-folikel ini merupakan bagian ovarium yang terpenting, dan dapat ditemukan di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam, dan pula dalam tingkat – tingkat perkembangan dari satu sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai folikel de graaf yang matang. Folikel yang matang ini terisi dengan likuour folikuli yang mengandung estrogen, dan siap untuk berovulasi. (17)

V. Patofisiologi.
Fungsi Ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormone dan kegagalan pembentukan salah satu hormone tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormone hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium karena itu terbentuk kista di dalam ovarium dan menyebabkan kemandulan pada wanita. (2,4,7,8)

Kista ovarium dibagi beberapa tipe : (2,8,9,10,12,6)
1. Kista Fungsional
Tipe terbanyak dari kista ovarium adalah kista fungsional, biasa disebut kista fisiologik berarti tidak patogenik. Kista ini terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal menstruasi. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2-3 siklus menstruasi. Terdapat 2 macam kista fungsional : kista folikuler dam kista korpus luteum.
a. Kista Folikuler
Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (luteinizing Hormon). Pengeluaran hormon diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalanannya ke saluran telur untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus menstruasi.

b. Kista Korpus luteum
Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian beraksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon Estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut sebagai korpus luteum. Tetapi kadang-kadang setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4-9 inci (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista ini dapat pecah dan menyebabkan perdarahan intestinal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

2. Kista Dermoid
Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masa kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandunngan ibunya. Kista ini biasanya sering tidak membawa gejala, tetapi dapat bertambah besar dan menimbulkan nyeri.

3. Kista Endometriosis
Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista.
Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus, echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat.

4. Kista Adenoma
Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista adenoma dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu organ perut lainnya.

5. Polikistik Ovarium
Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal. Terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar yang tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulas, sehingga menimbulkan masalah fertilitas.

VI. Diagnosis 
Gambaran Klinik
Kista ovarium menimbulkan gejala nyeri jika terdorong ke struktur di sekitarnya, ruptur, perdarahan. Gejala - gejala yang ditimbulkan oleh kista ovarium adalah: (4,5,8,13,14,15,16,18)

- Haid yang tidak teratur
- Nyeri pinggul, bersifat tumpul yang menetap atau intermittent yang
menjalar ke belakang dan paha
- Nyeri jika bersenggama
- Nyeri pergerakan perut
- Mual, muntah, perut terasa penuh
- Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)

Gambaran Radiologi
1. USG
Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali . Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20-20.000 Cpd (cicles per detik = Hz). . (11)
Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedence acustic tertentu. dalam jaringan yang heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, disebut anechoic atau echofree atau bebas echo. Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya kista, asites, pembuluh darah besar, perikardial, atau pleural efusion. . (11)
Pada USG kista ovarium akan terlihat sebagai struktur kistik yang bulat (kadang-kadang oval) dan terlihat sangat echolucent dengan dinding dinding yang tipis/tegas/licin, dan di tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih dari dinding depannya. Kista ini dapat bersifat unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler (bersepta-septa). Kadang-kadang terlihat bintik-bintik echo yang halus-halus (internal echoes) di dalam kista yang berasal dari elemen-elemen darah di dalam kista. (5,8,11,14)

- Transabdominal Sonogram
Transabdominal ultrasonography lebih baik dibandingkan endovaginal ultrasonography untuk mengevaluasi besarnya massa serta struktur intra abdominal lainnya, seperti ginjal, hati, dan asites. Syarat pemeriksaan transabdominal sonogram dilakukan dalam keadaan vesica urinaria terisi/penuh. (5)

- Endovaginal Sonogram
Pemeriksaan ini dapat menggambarkan/memperlihatkan secara detail struktur pelvis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara endovaginal. Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan vesica urinaria kosong. (5)

- Kista Dermoid
Gambaran USG kista dermiod di bawah ini menunjukkan d di bawah ini menunjukkan komponen yang padat yang dikelilingi dengan kalsifikasi.

- Kista Endometriosis
Menunjukkan karakteristik yang difuse, low level echoes pada endometrium, yang memberikan gambaran yang padat.

- Polikistik Ovarium
Menunjukkan jumlah folikel perifer dan hiperechoid stroma.

2. MRI
Gambaran MRI lebih jelas memperlihatkan jaringan halus dibandingkan dengan CT-scan, serta ketelitian dalam mengidentifikasi lemak dan produk darah. CT-Scan dapat pemberian petunjuk tentang organ asal dari massa yang ada. MRI tidak terlalu dibutuhkan dalam beberapa/banyak kasus. (5)

USG dan MRI jauh lebih baik dalam mengidentifikasi kista ovarium dan massa/tumor pelvis dibandingkan dengan CT-Scan. (5)

VII. Diagnosis Banding
Diagnosis pasti tidak dapat dilihat dari gejala-gejala saja. Karena banyak penyakit dengan gejala yang sama pada kista ovarium, adalah ; (5,14,4)

Inflamasi Pelvic (PID)
Pada pemeriksaan endovaginal sonogram, memperlihatkan secara relative pembesaran ovarium kiri (pada pasien dengan keluhan nyeri). (9)

Endometriosis
Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus, echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat. (3)

Kehamilan Ektopik
Pada pemeriksaan endovaginal sonogram memperlihatkan ring sign pada tuba, dengan dinding yang tebal disertai cairan yang bebas disekitarnya. Tidak ada pembuahan intrauterine. (2)

- Kanker ovarium
Pada pemeriksaan transvaginal ultrasound di dapatkan dinding tebal dan ireguler (gambar Ca.Ovarium stage II). (1)

VIII. Penatalaksanaan
Kebanyakan pasien dengan kista ovarium simple berdasarkan hasil pemeriksaan USG tidak dibutuhkan pengobatan. (8)
Penatalaksanaan yang dapat diberikan: (15)
- Pendekatan
Jika wanita usia reproduksi yang masih ingin hamil, berovulasi teratur dan tanpa gejala, dan hasil USG menunjukkan kista berisi cairan, dokter tidak memberikan pengobatan apapun dan menyarankan untuk pemeriksaan USG ulangan secara periodic untuk melihat apakah ukuran kista membesar. Pendekatan ini juga menjadi pilihan bagi wanita pascamenopouse jika kista berisi cairan dan diameternya kurang dari 5 cm.
- Pil Kontrasepsi
Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista
- Pembedahan
Jika kista tidak menghilang setelah beberapa episode menstruasi, semakin besar, lakukan pemeriksaan ultrasound, nyeri, pada masa postmenopouse, dokter harus segera mengangkatnya. Ada 2 tindakan bedah yang utama, yaitu: Laparoskopi dan Laparatomy. (4)

IX. Prognosis
Prognosis untuk kista jinak baik. Walaupun penanganan dan pengobatan kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil pengobatannya sampai sekarang ini belum sangat menggembirakan termasuk pengobatan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka kelangsungan hidup 5 tahun (“5 Years survival rate”) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita 60-70% ditemukan dalm keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga dengan “silent killer”. (5)

X. Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada kista ovarium:
- Perdarahan ke dalam kista yang terjadi sedikit-sedikit, sehingga berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kista, dan hanya menimbulkan gejala-gejala klinik yang minimal. Akan tetapi jika perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak akan terjadi distensi yang cepat dari kista yang menimbulkan nyeri perut yang mendadak. (18)
- Torsio. Putaran tangkai dapat terjadi pada ksta yang berukuran diameter 5 cm atau lebih. Putaran tangkai menyebabkan gangguan sirkulasi meskipun gangguan ini jarang bersifat total. (5,18)
- Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan dapat menekan vesica urinaria sehingga terjadi ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara sempurna. (5,15,18)
- Massa kista ovarium berkembang setelah masa menopouse sehingga besar kemungkinan untuk berubah menjadi kanker (maligna). Faktor inilah yang menyebabkan pemeriksaan pelvic menjadi penting (15)

DAFTAR PUSTAKA
1. Armstrong, P., Pemale Genital tract in Diagnostic Imaging Fifth Edition, Blackwell Publishing, Australia, 2004, hal.263-273
2. Bourgan D.R., Ectopic Pregnancy. [online]. 2005 Des. 2. [cited 2007 Des.12]. Available from: http://www.emedicine./com.
3. Daly S., Endometrioma/Endometriosis. [online]. 2007 August 16. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.emedicine.com
4. De Jong, W., Tumor Ovarium dalam Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: EGC. 2003:729-730
5. Helm W.,Ovarian Cysts. [online]. 2005 Sept 16. [cited 2007 Des. 07]. Available from: URL:http://www.emedicine.com
6. Kistoma Ovari. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.google.com
7. Kumar, Robins. Ovarium dalam Buku Ajar Patologi II Edisi 4. Jakarta: EGC.2002 : 390-393
8. Marrinan G., Ovarian Cysts, Radiology>Obstetric/Gynecologic. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 05] Available from: http://www.emedicine./com.
9. Mudgil S.,Pelvic Inflamatory Desease. [online]. 2007 Aug. 13. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.emedicine.com
10. Putz, R. dan R. Pabst, Atlas Anatomi Manusia Sobotta Jilid 2, EGC, Jakarta, 2000, hal.195, 197
11. Rasad S., Ultrasonografi dalam Radiologi Diagnostik Edisi Kedua, editor: ekayuda I. Jakarta: FKUI 2005:453-455
12. Sindroma Ovarium Polikistik. [online]. 2006. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.medicastore.com
13. Sue E, Hueter. Benign Ovarian cysts in understanding pathofisiology. the 3th edition, Philadelphia, 2004 : 902-903
14. Sutton, D., Textbook of Radiology and Imaging Volume II Seventh Edition, Elsevier, USA, 2003: 1218-1231
15. Staf C.M., Ovarian Cysts. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 07] Available from: http://www.mayoclinic./com
16. Wikipedia. Ovarian Cysts. [ cited 2007 Des. 07] Available from : the term of the GNU free documents license.co.id
17. Wiknjosastro H. Anatomi Panggul dan Isinya Dalam Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2005: 13-14
18. Wiknjosastro H. Tumor Jinak Pada Alat Genital Dalam Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2005: 345-346

sumber: dari sini