Kamis, 21 Juli 2011

Giant Cell Arteritis (GCA)

Ilustrasi
Giant Cell Arteritis (GCA) adalah suatu peradangan pada lapisan arteri - pembuluh darah yang membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Paling sering, peradangan mempengaruhi arteri di kepala. Untuk alasan ini, arteritis sel raksasa kadang-kadang disebut atau temporal arteritis.

GCA yang sering menyebabkan sakit kepala, rahang sakit, dan penglihatan kabur atau ganda. Blindness and, less often, stroke are the most serious complications of giant cell arteritis. Kebutaan dan, kurang sering, stroke adalah komplikasi yang paling serius arteritis sel raksasa.

Gejala
Gejala yang paling umum GCA adalah nyeri kepala. Beberapa orang, bagaimanapun, mempunyai rasa sakit di bagian depan kepala.

Tanda dan gejala arteritis sel raksasa dapat bervariasi. Bagi sebagian orang, awal kondisi terasa seperti flu - dengan nyeri otot (myalgia), demam dan kelelahan, serta sakit kepala.

Umumnya, tanda-tanda dan gejala arteritis sel raksasa meliputi:
* Terus-menerus sakit kepala dan nyeri
* Penurunan ketajaman visual atau penglihatan ganda
* Kelembutan kulit kepala--mungkin sakit untuk menyisir rambut atau bahkan untuk meletakkan kepala di atas bantal
* Sakit rahang (rahang klaudikasio) ketika mengunyah
* Sakit dan kekakuan pada leher, lengan atau pinggul--biasanya memburuk di pagi hari sebelum keluar dari tempat tidur
* Tiba-tiba kehilangan penglihatan permanen dalam satu mata
* Demam

Perawatan
Perawatan untuk GCA terdiri dari dosis tinggi obat kortikosteroid seperti prednison. Karena pengobatan langsung diperlukan untuk mencegah kehilangan penglihatan, dokter anda kemungkinan untuk memulai pengobatan bahkan sebelum meneguhkannya dengan biopsi.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.
detikhealth.com

Gangguan Panik

Gangguan yang ditandai dengan terjadinya rasa panik spontan dan tidak dapat diperkirakan kemunculannya. Gangguan ini biasanya menyerang anak usia remaja akhir atau masa dewasa awal dan biasanya bersifat kronik. Tiap penderita berbeda gejalanya. Penyebab dari gangguan seperti ini dimungkinkan karena faktor genetik, kegagalan mekanisme pertahanan terhadap impuls yang menyebabkan kecemasan, atau karena zat penyebab panik (panikogen) yang tidak seimbang.

Gejala
Gejala umum, pasien tidak mampu menyebutkan sumber ketakutannya. Jika sedang mengalami serangan seperti itu, pasien biasanya berkeringat, gemetaran perasaan tercekik, rasa sesak napas, pusing, rasa takut mati, mati rasa dan menggigil. Serangan itu biasanya terjadi selama 20-30 menit dan hilang dengan perlahan, terkadang juga cepat.

Perawatan
Perawatan dilakukan dengan terapi obat, psikologis, dan sosial pada penderita. Namun yang terbaik adalah perhatian dari orang di sekitar pasien.
detikhealth.com

Gigitan Bangau (Tanda Lahir) Pada Bayi Baru Lahir

Foto: kidsgrowth
Gigitan Bangau (stork bite) adalah jenis yang umum terlihat pada tanda lahir bayi yang baru lahir yang bersifat sementara. Istilah medis untuk gigitan bangau adalah Nevus simplex. Tanda lahir ini terjadi pada sekitar sepertiga dari semua bayi yang baru lahir. 

Gigitan bangau disebabkan oleh peregangan (pelebaran) pembuluh darah tertentu. Tanda nampak gelap ketika anak menangis atau terjadi perubahan suhu ruangan. 

Gejala
Gigitan bangau biasanya terlihat merah muda. Bayi dapat lahir dengan gigitan bangau, atau tanda lahir dapat muncul dalam bulan-bulan pertama kehidupan. Gigitan bangau gigitan ditemukan di dahi, kelopak mata, hidung, bibir atas, atau belakang leher.

Perawatan
Tidak ada pengobatan yang dibutuhkan. Jika bangau menggigit berlangsung lebih dari 3 tahun, itu dapat dihapus dengan laser untuk memperbaiki penampilan seseorang. 

Sumber: medlineplus
detikhealth.com

Gangguan Galaktorea Pada Kesehatan Manusia

Ilustrasi:
Galaktorea adalah cairan puting susu yang tidak terkait dengan produksi susu. Galaktorea sendiri bukanlah penyakit, tetapi itu adalah tanda suatu masalah. Meskipun paling sering terjadi pada wanita, galaktorea bisa terjadi pada laki-laki dan bahkan kadang-kadang pada bayi.

Rangsangan payudara yang berlebihan, efek samping obat, atau kelainan hipotalamus atau kelenjar hipofisis semua ini dapat berpengaruh terhadap galaktorea. Sering kali, terjadinya galaktorea akibat dari peningkatan kadar prolaktin, hormon yang menstimulasi produksi susu.

Sometimes, the cause of galactorrhea can't be determined, and the condition goes away on its own. Kadang-kadang, penyebab galaktorea tidak dapat ditentukan, dan kondisi hilang dengan sendirinya.

Kemungkinan penyebab galaktorea meliputi:
* Obat-obatan, seperti obat penenang tertentu, antidepresan dan obat tekanan darah tinggi
* Suplemen herbal
* Pil KB
* Tumor hipofisis noncancerous (prolactinoma) atau gangguan lain dari kelenjar hipofisis
* Hipotiroidisme
* Penyakit ginjal kronis
* Rangsangan payudara yang berlebihan, yang dapat dikaitkan dengan aktivitas seksual atau akibat gesekan pakaian berkepanjangan
* Kerusakan saraf ke dinding dada dari dada operasi, luka bakar atau cedera dada
* Cedera tulang belakang 

Gejala
Tanda dan gejala yang berhubungan dengan galaktorea meliputi:
* keluar cairan berwarna putih, kuning atau hijau
* Tiba-tiba keluar cairan dari puting
* Menyerang satu atau kedua payudara
* Menstruasi tidak teratur
* Sakit kepala atau masalah penglihatan 

Perawatan
Bila diperlukan, pengobatan berfokus pada penyelesaian penyebab galaktorea. Kadang-kadang dokter tidak dapat menentukan penyebab yang tepat galaktorea, tetapi perlu diperlakukan pula.
detikhealth.com

MASALAH GANGGUAN BICARA

Ilustrasi: listverse
Gagap adalah masalah gangguan bicara yang mempengaruhi kefasihan bicara. Mereka yang mengalami kesulitan ini ditandai pengulangan bagian pertama dari kata atu susah melafalkan kata-kata tertentu. Penyebab gagap, sebagian besar (60%) karena faktor genetika dan keterlambatan bicara saat masih balita.

Gejala
Tanda awal gagap muncul ketika anak berusia 18-24 bulan, ketika anak belajar mengucapkan kata-kata tertentu. Sedangkan gagap pada seseorang yang berusia remaja atau lebih ditandai dengan kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu. 

Perawatan
Ada berbagai perawatan yang tersedia untuk gagap. Salah satu metode terapi tersebut dapat meningkatkan kemampuan bicara penderita gagap sampai taraf tertentu, tetapi sampai saat ini belum ada obat khusus untuk gagap. Meski demikian ada terapi gagap yang dapat membantu penderita. Gagap bisa dirawat dengan didikan orang tua seperti:
* Menyediakan lingkungan rumah yang santai yang memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk berbicara. Menyisihkan waktu tertentu ketika anak dan orangtua dapat berbicara bebas dari gangguan.

* Orangtua menahan diri untuk mengkritik saat anak sedang bicara atau tidak bereaksi negarif pada apa yang dibicarakan anak. Orangtua juga harus menghindari menghukum anak untuk setiap kekeliruan atau meminta anak gagap mengulang kata-kata sampai mereka berbicara dengan fasih.

* Tidak memaksa anak untuk bicara secara lisan di depan banyak orang.

* Mendengarkan dengan penuh perhatian kepada anak ketika ia berbicara.

* Berbicara perlahan-lahan dan dengan santai. Jika orangtua berbicara dengan cara ini, anak akan meniru berbicara lambat dan santai.

* Menunggu anak untuk mengucapkan kata yang dimaksud. Jangan mencoba untuk menyelesaikan pikiran anak.

Banyak program terapi terpopuler untuk gagap berfokus pada belajar kembali bagaimana berbicara. Efek psikologis dari kegagapan yang sering terjadi, seperti ketakutan untuk berbicara dengan orang asing atau di depan umum, juga dibahas dalam sebagian besar dari program ini.

Sumber: medlineplus dan medicinet.
detikhealth.com

Telur, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?


Telur adalah makanan yang kerap dijuluki superfood. Dalam telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral,antioksidan, dan lemak baik. Sebutir telur berukuran besar mengandung hanya 70 sampai 80 kalori, dan mencukupi 10 persen kebutuhan protein harian, selain juga di dalamnya terdapat zat besi, mineral dan vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12).

Walaupun begitu, telur juga kerap punya reputasi buruk sebagai makanan berkolesterol tinggi. Lantas, apakah kita perlu membatasi konsumsi telur atau sama sekali menghindarinya?

Kebenarannya adalah mengonsumsi telur tidaklah buruk bagi kesehatan. Fakta bahwa makan telur dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular merupakan kesalahan umum.

Menurut riset yang dipublikasikan Journal of the American College of Nutrition (2000), di mana penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, telur memberikan kontribusi nutrisi penting untuk diet dan tidak terkait dengan kolesterol tinggi.

Studi ini menunjukkan, mereka yang makan empat telur atau lebih dalam satu minggu benar-benar memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sama sekali atau hanya menyantap satu butir telur per minggu.

Beberapa peneliti juga percaya bahwa zat yang disebut 'kolin', yang ditemukan terutama dalam kuning telur, mamapu melawan efek berbahaya kolesterol yang ada dalam kuning telur. Kolin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Satu butir telur menyediakan 30 persen kebutuhan harian setiap orang, dimana memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan pengurangan peradangan.

Pada 2010, sebuah penelitian Harvard melibatkan lebih dari 21.000 dokter laki-laki selama periode 20 tahun, dan dimana saat itu umur mereka rata-rata 54 tahun. Studi ini menemukan bahwa pria yang makan tujuh atau lebih telur per minggu, 23 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun. Namun konsumsi telur itu tidak terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan di antara pria yang mengonsumsi lebih dari tujuh telur per minggu.

Para pendukung telur mengatakan bahwa, penelitian tersebut tidak menyediakan cukup bukti untuk menyalahkan telur. Menurut mereka, penelitian tersebut tidak mengatakan tentang penyebab kematian dan tidak ada informasi yang cukup jelas mengenai apa-apa saja yang mereka makan.

Untuk lebih aman, Anda harus berhati-hati untuk tidak makan terlalu banyak telur goreng karena Anda juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Kuncinya disini adalah, jangan mempersiapkan telur dengan menyertakan mentega atau minyak terlalu banyak.

Jika Anda benar-benar khawatir tentang kandungan kolesterol dalam telur, Anda bisa makan putih telur saja. Putih telur adalah pilihan terbaik, terutama jika Anda mencoba untuk mengurangi kalori. Putih telur merupakan sumber protein fantastis, tetapi tanpa lemak.

Satu lagi ketakutan yang mungkin bisa timbul ketika kita memakan telur adalah adanya bakteri yang terkontaminasi pada telur. Sebagaimana diketahui, di luar negeri seperti Amerika Serikat, satu dari 20.000 telur berisiko terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri yang dapat menyebabkan penderitaan usus ekstrem.

Namun, ini dapat dengan mudah dihindari jika telur disimpan di kulkas, dimasak dengan matang dan segera dimakan setelah dimasak. Bakteri Salmonella berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar. Jadi, pastikan Anda membeli telur di toko yang ada alat pendinginnya dan tempatkan telur di kulkas (bagian terdingin dari kulkas dan bukan di pintu) segera setelah Anda sampai di rumah.

Berapa konsumsi sebaiknya dalam sehari?

Sebutir telur berukuran besar bisa mengandung sekitar 213 miligram kolesterol, yang terkandung dalam bagian kuning telur. Jika Anda ingin sehat, ikuti rekomendasi diet yang disarankan yakni asupan kolesterol tidak boleh melebihi 300 mg per hari.

American Heart Association menyatakan, sebutir setelur sehari masih dalam batas yang wajar untuk kesehatan. Tetapi, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lagi makanan berkolesterol tinggi seperti susu, daging dan unggas. Jika Anda mempunyai penyakit seperti jantung atau diabetes, direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasn konsumsi
Sumber :lifemojo
kompas.com

Wanita Pelopor Terapi Gangguan Kesehatan Seksual

Pertanyaan :

Siapakah wanita yang memelopori terapi gangguan kesehatan seksual? Apakah perbedaan fokus terapinya dengan pendahulunya (DR. William Masters dan Virginia Johnson)?

Jawaban :

DR. Helen Kaplan adalah wanita pelopor terapi gangguan kesehatan seksual. Ia dilahirkan di Vienna pada 6 Februari 1929, kemudian Hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 1940 dan menjadi Warga Negara Amerika Serikat pada 1947. Ia meraih Bachelor’s Degree dalam bidang Fine Arts dari Syracuse University pada 1951 dengan predikat magna cum laude. Kemudian Helen memperoleh Master’s Degree dalam psikologi pada Universitas Columbiapada tahun 1952 dan meraih Ph. D dalam bidang psikologi pada 1955 diUniversitas Columbia pula.

Pada 1959 ia memperoleh gelar Dokter pada New York Medical College, di mana ia menyelesaikan studi komprehensif tentang psiko analisa pada 1970. Ia mendalami psikologi klinik pada rumah sakit Veterans Administration & Bronx Hospital dan berhasil meraih gelar dokter ahli kesehatan jiwa di Bellevue Hospital.

Selanjutnya Helen diangkat menjadi guru besar dalam ilmu kesehatan jiwa diNew York Hospital – Cornell Medical College Center tahun 1970.

Fokus terapi Helen yang membedakannya dengan konsep terapi Masters and Johnson adalah pada masalah emosi yang mendalam sehingga memicu gangguan kesehatan seksual. Sedangkan, Masters and Johnson dalam terapinya lebih fokus pada gangguan fisik sebagai pencetus gangguan kesehatan seksual. Sejak saat itu sex-therapy yang baru menggunakan pula analisa psikologi sebagai pendamping analisa fisik.

Helen Kaplan didampingi oleh suami, dua putra dan seorang putri ketika ia wafat pada usia 66 tahun tanggal 18 Agustus 1995 karena penyakit kanker. Dengan demikian, Helen Kaplan akan selalu dikenang sebagai wanita pertama pelopor analisa psikologis dalam sex-therapy

Sumber : www.nytimes.com, 1995 dan Hooper A., 2000